Size of my brain

Come, read and rest your brain (maybe) forever
Showing posts with label family. Show all posts
Showing posts with label family. Show all posts

Thursday, December 5, 2013

The best (late) birthday and (early) christmas gift

And it has been around 5 weeks old. Happy :)
Icarus? Happier than we expected.

So, bye bye heels for now. Bye bye skinny jeans...errrm...maybe in another 2 weeks.
Bye bye stress, bye bye dunia babu....eheemm..."YOU WISH!!" *sayup2 terdengar*

Yah apapun itu, I thank You, Jesus.

Dan sedikit intermezzo.
(Setting: meja makan di rumah pada saat makan malam, dengan beberapa ekor udang goreng raksasa di atas piring)

Gw      : "Waah udang..."
Suami  : "Emang kamu boleh makan udang?"
Gw      : "Heh?? (memicingkan mata nyinyir ke arah suami). Kenapa ga boleh?" *nyinyir abis*
Suami  : "Iya..iyah...makan. Semua nya buat kamu deh..."

Demikianlah, untuk beberapa bulan ke depan, hormon yg bicara.

Monday, November 25, 2013

Double 3

Yah sebelum berlalu bulan November ini, marilah kita bikin postingan di mana saya resmi bertambah dewasa (tua!). Thirty Three it is! Double 3, double happiness :)
So, tahun ini ga ada perayaan macam2, malah awalnya ga ada rencana mau dirayain karena seminggu setelah hari H we will go for family and bday trip :) (cerita soal ini menyusul yah).
Tapi sore2 tetiba ipar2 tercinta ngajakin dinner, jadi lah kita dinner dadakan. Eh ternyata pake acara dibawain kue segala...huhuuhuhu...thank you, ipars...you're the best!

Itu anak kicik baju ijo ponakan sayah tercinta yah, bukan anak ke-2 (ditanyain melulu pas pasang foto ini di pp BBM --;;)


Ini kue dari sepupu tersayang pas acara nyabu (masak shabu2) and yakiniku di tempat tante besok nya :) dapet 2 kue deh tahun ini hehe...
 
 
*lagi malas apdet apa2, kerjaan lagi kayak air bah. So, stay tune untuk apdet yang ditunggu2 yah...Seoul and Hong Kong-Macao trip :) *

Tuesday, August 13, 2013

Lebaran tahun ini

So, apa kabar Agustus? Bulan nge-babu, shortly said. Di bulan lebaran ini, di mana si mbok dan ncus tercinta mudik, sayah memang menjalani peran sebagai babu ganda (di kantor dan di rumah).
Tetapi sesungguhnya, lebaran tahun ini tak seberat tahun kemarin. Tahun ini, Ius udah 3 tahun, udh lebih bisa ngerti kalo dibilangin. Bisa ditinggal sebentar sementara gw nyambi2 yang lain dan relatif lebih gampang urusan makan,mandi,etc.
Jadi tahun ini, perdana selama 2 hari, Ius ditinggal berdua bapaknya sajo di rumah sementara emaknya kerja hihihihi...
Kantor gw memang ga mengenal sistem "cuti bersama" di mana kantor suami mereka diliburkan selama masa cuti bersama 5-7 Agustus. Demikianlah anak kicikku di rumah bersama pak suami.

Dan hal yang paling "meringankan" sebenarnya adalah awal bulan lalu, mamah tiba2 bbm: "lebaran kalian ke luar kota ga? Mama papa pengen ke jakarta..."
Whooaaaa....*sorak sorak bergembiraaaa*
Dan terhitung tanggal 7 Agustus, datanglah dua malaikat penolong ke Jakarta. Jadi tahun ini, gw ga nitipin Ius ke rumah tante gw seperti tahun2 sebelumnya.
Dan memang tahun ini tante gw kebetulan lagi ga bisa dititipin. Ini gw curiga nya, mamah tau gw sebenarnya berpikir keras Ius harus gimana after Lebaran di mana ncus belum balik, tp gw and suami udah harus kerja. Walo gw bisa aja bawa Ius ke kantor dan gw udah bilang mama akan bawa Ius ke kantor aja tahun ini. Tapi kayaknya mamah papah belum "plong" aja.
Dan seminggu ini, tinggallah Ius di rumah berdua Nai2 nya sajah (Ius manggil mama : Nai2).
Lho, kakek nya ke mana?? Si papah udah pulang duluan hari Senin, secara di sana juga ada toko dan usaha yang harus diurus.
Sebenarnya gw paling ga mau ninggalin anak berdua kakek/nenek nya doank. Bukan apa2, kasian kalo mereka kecapean. Kan udah ga muda lagi. Tapi menurut mama gpp, Ius juga bukan anak yg terlalu sulit di-handle. So, Ius and Nai2 are having fun, so much fun apparently.

Tahun depan, perhaps will be different story. I know I can't depend on my mom and dad all the time. Jadi, marilah kita perjuangkan child care / child room atau apapun lah itu nama nya, di kantor tahun depan. Yah ga, Nak Meryl??

Best of all

So, I have the best mom and dad in the world. Enuf said. *ketjup papah mamah*

Thursday, July 18, 2013

Right or Left?

Peringatan: Ini bukan postingan tentang betapa buta arah nya gw sampe ga bisa bedain kanan or kiri (sometimes...errmm...most of the times).

Ius dari kecil sebenarnya sudah menunjukkan tanda2 Ambidextrous / Ambidexterity.
Kalo megang barang, makan, main, melambai atau apapun, keliatan kalo dia sebenarnya lebih banyak menggunakan tangan kiri. Gw dan papi nya sepakat untuk membiarkan itu. Toh ga ada yg salah, kecuali akan ada komentar2 "tradisional" dari beberapa pihak seperti: "Duuh...pake tangan manis donk..."
Dan gw udah wanti2 ke pengasuh nya untuk tidak menyebut tangan kanan sebagai "tangan manis", "tangan bagus" atau sejenis nya.
Tangan kanan yah tangan kanan. Tangan kiri yah tangan kiri. Ga perlu menjelek2an atau mengistimewakan salah satu kan?

Ketika mulai belajar memegang pena/pensil/crayon, Ius ternyata lebih nyaman menggunakan tangan kanan. Dan makin besar, makan pun dia terlihat lebih nyaman dengan tangan kanan. Untuk hal2 lain, dia selalu bergantian memakai tangan kanan dan kiri. Which is menurut gw, ga masalah.

Yang gw dan pak suami lakukan cm memperhatikan ke mana arah perkembangan anak ini dan give our best support. Ius dari kecil adalah anak yg multi languange. It was our decision to raise him like that despite of all the controversy out there.
Sekarang, dia bisa switch dengan cepat dan mudah from english to indonesian. Secepat apa? Kita ngobrol bertiga (Ius, gw dan papi nya), dan di tengah2 obrolan dia akan switch secara otomatis antara bahasa inggris dan indonesia. Inggris ketika dia berbicara atau menjawab pertanyaan papi nya. Dan indonesia ketika dia menoleh dan bicara dgn gw.
It's kinda funny when you see 3 of us chat :)

Kita juga melihat, dari kecil Ius punya ketertarikan dan bakat di seni. Terutama musik. Dari saat dia udah mulai bisa bersenandung, anak ini ga pernah fals. Sampe sekarang kalo nyanyi ga pernah fals. *emaknya bersin aja fals*
Dan dia juga punya daya imajinasi yg cukup baik. Misalnya: dia nyusun magnet kulkas berderet2. Trus bilang: "Mami...ini Mickey mouse" "Mami...ini truck"
Yang setelah gw liat2 memang mirip si mikimos dan truck.

Kesimpulan gw dan suami, otak kanan dan kiri Ius development nya berimbang dan cukup baik. Gw ga akan membahas otak kanan kiri tengah atau otak bagian apapun. Otak gw ga bakal sanggup buat ngebahas itu #otakicik.
Dan gw ga sedang membangga2kan anak sendiri, ini yg gw tulis adalah yg gw liat. I just want mu son, one day, knows that we did let him be the best he can. And he should be proud of himself.

Challenge terbesar gw saat ini adalah melawan komentar dan pandangan "tradisional" yg relatif menentang penggunaan tangan kiri (entah apa sebenarnya dosa tangan kiri ini pada mereka).
"Iiih...Ius kok terima nya pake tangan jelek sih?" *bedakin tangan kiri Ius biar cakepan dikit*

Notes: Ius juga kyknya ada gejala OCD. Not sure yet, will observe more on this :)


Tuesday, June 4, 2013

3rd of June 2013

Happy Bday to my dearest husband and my dearest Icarus.
Mami will write a full long post complete with the pictures once mami can get out from this "Bandengan Selatan Look Alike" - courtesy of ii Keti.

Postingan singkat sajah secara ini nulisnya lagi sambil nunggu check in di lobby hotel -___-

Monday, February 18, 2013

The Question(s)

So, I read this article in mommiesdaily dan tanpa sadar gw senyum2 sendiri sambil manggut2 *silakan dibayangkan gaya nya*
Bagi gw artikel itu sangat menggambarkan kenyataan di dunia keluarga dan sedikit banyak gw juga ngalamin seperti yang diceritakan. Dalam artian, ada pertanyaan2 (yang dianggap) standard, biasa dan wajar sehingga terkadang kita jadi begitu tidak sensitif nya menggunakan pertanyaan2 itu, menjurus kepo bahkan terkadang jadi berkesan "maksa" dan menghakimi.

Contoh:
"Waah pengantin baru? Udah isi belum?? Jangan ditunda2 lho...ga baik. Ga usah pake KB lah dulu, nanti mau dapet malah susah lho. Apa kurang "tokcer" aja nih? Perlu ga nih diajarinnn....???"

"Iiih...udah gede yah si kakak, kapan nih dikasih adek? Awas lho kelamaan sendirian nanti jadi manja, egois. Kalo cuma satu mah kurang, jeng. Cepetan lah dikasih adik lagi"

"Anaknya cowo yah dua2nya? Tambah lah satu lagi, cewe gitu. Kan enak kalo komplit ada cowo, ada cewe."

Contoh di atas sih masih versi standard yah. Kadang ada yang tanya sampai menjurus interogasi. Tiap kali ketemu ditanyain. Lama2 rasa nya pengen disambit juga kan yah?? *esmosi*
Lagian apa sih gunanya setelah kita tau pun itu orang kenapa belum punya anak, kenapa anaknya baru satu, kenapa anaknya selusin? Jujur aja deh, 99% itu cuma sebagai pemuas hasrat kita untuk bertanya kan yah?

Buat gw pribadi, I stop being kepo. I stop asking those questions. Kalo gw ketemu orang dan mau basa basi, gw memilih pertanyaan2 lain. Bisa gw tanya apa kabarnya dia, kerja dimana sekarang, tinggal dimana, tas nya bagus beli dimana, lipstik nya bagus merk apa, etc , dll, dsb.
Tuh, banyak kan hal lain yang bisa kita tanyain sebenarnya?
Kalopun keceplosan tanya2 hal begituan (kapan punya anak, etc), biasanya gw akan stop di jawaban pertama orang tersebut. Jadi ga gw cecar lagi lebih jauh. Apalagi kalo orang itu udah keliatan segan/ga niat jawab nya.

Bagi gw masalah mau punya anak kapan, mau punya anak berapa banyak, mau cowo mau cewe, itu semua urusan pribadi masing2 keluarga. If they want our opinion, they will ask kok. Kalo mereka mau cerita, mereka akan cerita kok. If they dont tell you, it means they dont want to tell you (yet).

Gw totally setuju dengan pendapat si penulis artikel di atas, apapun keputusannya, itu keputusan kita sendiri. Mau punya anak kapan, mau punya anak berapa. You're the one who will be in the game 24/7.
Menurut gw, that's your own battle. You own every decision and noone can judge you on that.


Thursday, February 7, 2013

4 years - 4 houses, 3 cars and 1 little boss

Same date, 4 years ago, we finally signed a lifetime contract where we agreed starting that day: He is Mr. RIGHT and I am Mrs. (ALWAYS) RIGHT.
It goes pretty well for 4 years now :)

Happy Anniversary, the luckiest man alive!

With love,
-the luckiest woman alive-

Sharing the artwork from one of Abed's cousin. My favorite, actually :)



Wednesday, January 2, 2013

Hepi Niu Yer!!

*Tiup terompet*
*Pasang petasan*
*Bakar kembang api*
*barbecue...yakiniku....*

Aboves are all the plans....the reality:

Naksib kalo sudah ga jomblo lagi, malam taon baru ngenes


Berisik amat yah kembang api!! Gw mau tedorr!!

Yah sedikit banyak, tidak adanya perayaan tahun baru karena kakek (yeye) gw juga baru meninggal Natal kemarin. Walopun kita udah ga yang berduka gimana2 banget, coz we are celebrating his life, tapi tetap di antara gw dan sepupu2 gw udah ga ada mood buat parteh2.
And this is just how we spent new year's eve:



HAPPY NEW YEAR 2013!!!

(Unforgettable) Christmas of 2012

So, it was 2:30 AM of 24th December. Too early in the morning, even still midnight. I got a phone call from my mom at hometown and at the second, I knew it was not gonna be a good news.
My beloved Grandpa (or we call him "Yeye") has gone. It was the news we have been prepared for months, actually, but still the sadness of losing him hit me hard.

And then, till the morning, I did not really fall asleep. Texting with my brother and cousins to arrange the flight back to hometown and packing up suitcase for me and Icarus. Abed was not be able to join due to urgency at office. *Year end is always hectic*
And 24th December afternoon, all of us, his grandchildren and great grandsons from Jakarta, safely landed at hometown and gathered with other family members to "celebrate his life"

Some pictures from my 4 days at hometown, among all the tears we did shared a lot of laughs as well. I am sure, he doesnt mind. He wants us to celebrate his wonderful life :)

Bye, Yeye...we'll always love you and you'll be in our hearts forever.



 When he was still sick



Ready or not, we are coming!!!




 

Thursday, December 20, 2012

Kado Natal

Jadi tahun ini adalah tahun pertama kita memulai tradisi kado natal alias christmas gift buat Ius. Kenapa ga dari tahun2 lalu? Karena papi mami pelit tahun ini Ius udah umur 2.5 tahun dan sudah mulai ngerti banyak hal. So, we decided to introduce him to christmas and all traditions (or kind of traditions) that come with christmas.

So, planning emak2 rempong ini adalah: beli beberapa macam kado, bungkus cantik, umpetin dari anaknya sampai Natal, trus taroh deh di bawah puun Natal legendaris itu. Ciamik kan?? Terdengar simple kan?? Tapi ternyataaaa....TIDAK!

Pertama2...cari kado sendiri aja udah susaaahhh bener. Susah menemukan kado yang sesuai budget keinginan. Susah curi2 waktu di akhir tahun yang entah kenapa rasanya kok tiap hari rempong bener *sok sibuk*
Alhasil sampai hari ini, baru terbeli 1 kado buat Ius dan 4 kertas kado (tanpa kado buat dibungkus). Cantek!!!
Artinya, kesempatan buat berburu kado tinggal weekend ini aja, which is SABTU. Karena minggu biasanya udah default ada aja acara nya.

Dan ini belum termasuk kado Natal buat si anggota keluarga baru, ponakan cilikku Denzel. Nah lho....nah lhoo.....*loncat2 panik*
Gw cuma berdoa dan berharap, Mall Kelapa Gading itu selengkap yang selalu didengung-dengungkan. Jejeran Mall segede umat itu kalo sampe Sabtu ini gw ga nemu kado juga, siap2 gw tuntut ciiihhh!!! *siapa elo, Si!!*

Yak demikianlah...sekian postingan stress menjelang liburan.
Eh..eh...kado natal buat suami apa kabar?? Kayaknya lucu juga yah beli kado Natal buat diri sendiri juga...ya kan? Ya kaaan???  *abaikan*

Monday, December 17, 2012

Season of Joy

Jadi di bulan Desember ini, menjelang Natal, kebetulan aja ada acara shopping2 kumpul2 keluarga dengan berbagai alasan berbeda.
Mulai dari Papa Mama yang datang ke Jakarta karena ada kondangan saudara dan teman.






Dan dilanjutkan kemarin sore di gereja with my in laws. Jadi ada acara penyerahan anak di gereja mertua, and one of the baby is our beloved Denzel Benjamin Purnomo :) Congrats to the proud parents yah (Maap buat bapaknya, ga fotogenik difoto euuy...)





 December is the month of Joy, they say (or in this case, I say). Happy welcoming Christmas, you all...*hugs*

Tuesday, December 11, 2012

Rivalitas Mommy vs Nanny

Jadi masalah klasik ibu2 yang pake nanny/suster/babysitter/mbak (apapun panggilannya) adalah "persaingan" antara si ibu dan si pengasuh itu untuk menjadi pilihan nomor satu si anak.
Persoalan ini bisa terjadi pada ibu bekerja, ibu yang di rumah saja/ibu rumah tangga atau pun yang bekerja dari rumah, tapi memang impact paling besar rata2 dirasakan oleh ibu2 bekerja.

Untuk ibu bekerja yang meninggalkan anaknya bersama pengasuh rata2 12 jam sehari (pertimbangkan juga macetnya Jakarta yaaa), kadang suka ada kejadian si anak lebih "memilih" pengasuh nya dibanding ibu nya sendiri.
Kalo sudah begitu, rasanya pasti "nyesss" banget yah, ngilu2 gimana di hati hehehe...

Puji Tuhan, gw belum pernah mengalami hal seperti itu. Ius malah bole dibilang lengket luar biasa sama gw. Apalagi kalo udah Sabtu Minggu, semua mua maunya mamiiii...ncus ga bole ngapa2in. Sampai ambilin air minum aja harus mami.
Yang biasa nya bisa makan sendiri, maunya disuapin mami. Bisa naik tangga sendiri, maunya digendong mami. Maka encok lah mami sepanjang weekend.

Beberapa teman dan saudara gw sampai heran, kenapa Ius bisa kayak gitu. Di hari kerja, dia juga ga merengek2 or nangis kalau gw tinggal kerja. Sepertinya dia mengerti.
Terus terang, gw ga punya tips or tricks khusus. Gw juga bukan tipe yang manjain anak. Gw ini tipe emak2 yang galak tegas lho.

Ada teman gw yang bilang, "Lo nyusuin sih yah, jadi Ius lebih dekat sama elo. Bonding nya ada" It can be one of the reason. Walau ada juga teman gw yang anaknya nyusu, tetap aja ga bisa lepas dari nanny nya.
Ada yang bilang, Ius gw pelet. Kurang kerjaan amat yah gw pelet anak sendiri. Mending juga gw pelet siapa gitu yang ganteng, kaya dan royal. *penting*

Kejadian dimana ibu2 yang iri sama pengasuh juga banyak sekali. Sampai ada gw pernah diceritain, nanny nya disuruh pake masker lho sepanjang hari. Bukan karena alasan sterilitas, tapi supaya bayi nya ga kenal sama muka nanny nya *niat banget yah* -___________-''
Extreme case nya, ada salah satu orang yang gw kenal yang sampai marah and mukul/cubit anaknya sendiri gara2 itu anak nangis2 mau nya sama nanny aja :,(

Sebenarnya, kalau ditelaah lagi, itu bukan salah si nanny maupun si anak kan yah? Ada sih, nanny2 yang kurang ajar, mau "menguasai" anak. Tapi itu paling 1-2 kasus.
Dari lingkungan gw, yang sering gw lihat mostly the root cause ada pada orang tua anak itu sendiri kok. Maap yah kalau nanti ada yang tersinggung. But I just want to point out my view.

Ada anak temennya saudara gw yang sangking lengket nya sama nanny, ga bisa ditinggal barang semenit pun sama nanny nya. Nanny ke kamar mandi, anaknya bisa nangi ngejer jejeritan di depan pintu kamar mandi. That's how extreme.
Ada lagi anak lain yang semua mua harus sama nanny nya. Menjurus "anti mama sendiri" kalau mama nya yang mendekat, anaknya langsung nangis dan minta nanny aja.

Dari beberapa kasus di atas, gw penasaran donk, kenapa sih bisa begitu? Gw tanya lah ke orang tua nya (kepo banget yah gw), dan kebetulan juga para emak2 itu curhat sih sama gw (jadi ga kepo2 bener lah yah).

Gw      : "Jadi si anak ini kalo siang di rumah sama siapa aja?"
Temen : "Yah sama si suster sih, ada mbak nya juga. Ada mertua/orang tua juga di rumah gw"
Gw      : "Ohh...Kalau sabtu minggu atau libur, lo "terjun" langsung ngurusin anak?"
Temen : "Yah ngga juga lah, ren. Gw kan cape kerja. Weekend gw pengen istirahat juga."
Gw      : (dalam hati) "That's 1 of the reason why anak lo lebih milih sm nanny sih. Your time for him/her ga ada"
Gw      : "Kalo malam tidur sama elo?"
Temen : "Sama suster lah, ren. Ga sanggup gw. Gw pulang sampe rumah udah jam 8, besok pagi harus bangun jam 5, malam ga bisa gw begadang."
Gw      : (ga comment dan ga nanya apa2 lagi) -___________-

Dont get me wrong yah, I dont judge. I am not against anak tidur sama nanny. But in my very personal opinion, alasannya harus kuat.
If you have babyblues, sakit yang ga memungkinkan elo ngerawat/tidur sm anak, kerja di luar kota dan alasan2 ekstrim/kuat lainnya, then masuk di akal gw if you let your baby sleep with the nanny *campur aduk bahasa gw, sok enggris. Sebodo*
Tapi kalau hanya demi alasan to get your night sleep, capek ngurus bayi, ga bisa begadang, etc...sorry, I have to say: "Dont have baby(ies) at the first place, darling!"
Dan jangan berani2 nya lo komplen kalo anak lo at the end lebih milih si nanny if you let them together 24/7. Apalagi sampe anaknya dipukul and nanny nya disuruh pake masker seharian -__-

You have been selfish enough to let your baby NOT be with you all day and night long, so dont be selfish complaining why the baby/kid chooses the nanny over you.

Cerita paling bikin gw melongo yang pernah gw denger: "Anak gw tidur sama suster nya. Soalnya si Choki (anjing nya) tidur sama gw kan, ren. Mana bisa anak gw juga tidur bareng" (rasanya gw pengen buka itu kepala si emak dan liat isinya. Jangan2 kecilan otak dia dibanding punya gw).

Yah demikianlah....panjang yah booo postingan kali ini. Just my two cents, though.
Again, I am not judging yah. Prinsip gw tetap sama, You dont have to defend yourself. You are the mom, you know what's best.
However, in some cases, you also need to really take a look and re-think what you have done, right?


Tuesday, December 4, 2012

Favorite time of the year

Yeayyyy....Christmas is coming!!! *keluarin puun natal andalan*
Agak telat nih ngeluarin si puun natal legendaris, tp gpp deh. Cant wait buat hias2 puun natal, belanja kado natal dan tentunya menantikan kado natal dari suami liat ekspresi Ius buka kado natal hihihii...

From last year:



Friday, November 30, 2012

I wanna grow old like them

My favorite pic of them together :)

In a family,
You can not choose your parents
You can not choose your children
You can not choose your brothers/sisters
Your husband/wife is the one you chose to be with you. And at the end they will stay there, hold your hand and be with you.

Thursday, November 22, 2012

One fine day @ Bogor

Alkisah tanggal merah minggu lalu (15 Nov) gw and Ius diajak ke Bogor oleh kakak2 iparku yang baik hati *kecup basah satu2*
Berhubung lagi ditinggal suami yang lagi company outing ke Jepun *lirik dengki*, maka tanpa fiki2 langsung gw iyakan lah ajakan plesir ke Bogor ini, wisata kuliner sih tepatnya.

Ius first time to Bogor! Yaaayyy....
Ke mana aja di Bogor nih? Awalnya mau makan sop buntut yg katanya endeuuss banget dekat Padjajaran, tapi kehabisan. Padahal kita sampe itu jam 11 lho! Gelo emang, pasti enyak banget tuh sop buntut *ngences*
Akhirnya kita putar arah ke Surya Kencana makan soto mie Agih. Kalap beli asinan dan pepes2an di sepanjang jalan Surya Kencana itu. Nemu yang jualan semur jengkol, terlihat enak...dibelilah dengan sukses 2 bungkus semur jengkol (yang ternyata memang enyaaaaakkkkk *telen ludah*).

Siangnya kita muter2 di FO sepanjang jalan Padjajaran. Gw ga belanja lho...*bangga* cuma nemu celana 2 potong buat Ius aja, itu juga nemu nya pas sebelum dinner iseng mampir di FO seberang rumah makan.

Sore mulai mati gaya ga tau mau kemana (gini nih kalo jalan tanpa itinerary yang jelas), akhirnya melipir ke Kampung Air (atau Villa Air gitu deh namanya) di BNR dekat The Jungle.
Ius puas banget main becak mini (emaknya disuruh gowes...encok!!) dan main motor APV gitu sama kakak ipar gw hihihi...He was so happy...

Malamnya makan di Gili Gili, pesen nasi gurihnya. Enyaaaaaakkkkkkk sekaleeee....(ini gw ga lebay, aslik enak)

Yah seperti biasa, I'll let the pictures do the talk dah yeeee....*blogger pemalas*


 



 

 


Ketemu sama temennya Elvina (kakak ipar gw) yang bawa anaknya yg seumuran Ius *horee*

Monday, November 12, 2012

On the 9th of November this year

So, I'm turning 32 this year *oles krim anti ejing yang tebel*
Happy as a singing bird and actually, surprisingly, I don't really care about the number 32 at all. Okay, maybe a little concern on the wrinkles...*freakin' wrinkles* but who doesn't, right? hehe..
Afterall, had a very good day - a new handbag and free Wagyu steak! Beat that!!

Happy B'day to me :))

Monday, October 15, 2012

Don't be a selfish mom

Sekitar akhir minggu lalu, gw baca postingan ini dari one of my favorite blogger.
Dan sambutan akan tulisan itu memang luar biasa, terutama dari para ibu2. Bener2 teriakan suara hati banget deh.

So, I have been a mom for wonderful 2 years and 4 months (lebih beberapa hari). And it's the most adventurous journey, EVER!
Dari awal punya anak, nyokap gw udah wanti2 kalo I HAVE to take care of myself first. Tidur selagi bisa tidur, makan yang bergizi, make sure pemulihan C-sec gw sempurna. I just love my Mom and can't imagine if she was not there for the first 3 weeks.

Dan gw setuju sm nyokap, bagaimana gw mau merawat si bayi merah kalo gw sendiri tak terawat atau even sakit? So, tekad gw dari awal adalah I will enjoy every second of motherhood! *kibas rambut*

Gw lakukan hal2 kecil yang bikin gw happy, I dont stress myself as I dont want to stress the baby. Gw mandi dan keramas, walo ada larangan 40 hari gw ga bole keramas (ini nenek moyang yang bikin tradisi ini pasti kutuan deh rambutnya!). Logika gw simple, kalo gw ga keramas, itu rambut jadi sarang kuman, debu, sarang laba2...masa iya gw nyusuin bayi, tidur sama bayi, gendong bayi?? Apa ga sesak nafas anak dan suami gw?

Selama masa cuti melahirkan, gw juga sangat rajin shopping onlen...yah tentunya berkisar di barang2 bayi. Shopping makes you happy, right?
Gw hire 1 ART dan 1 nanny. Too much? NOT for me.
Sempat sih sodara2 and mertua juga komen, bayi baru lahir gitu mah ga usah pake nanny. Nanti aja tunggu gedean. Entah kenapa gw merasa itu prinsip yang salah. Justru saat2 itulah we need helps. Masa2 baru melahirkan, new mom on the block, masih amatir, kagok, emosi tak stabil not to mention baby blues if any.

So, nanny/helper/mom/in-laws whatever help you can get, just get it!
Lagian gw kan juga kerja, jadi hire nanny dari awal begitu gw tinggal ngantor nanny nya udah pinter dan bisa gw percaya.

Being a mom doesnt mean you have to end your life. You need to embrace your life, live to your fullest and make sure you are happy with your life because there's a new little creature who
depends his/her life to you.

Don't be selfish by drawning yourself into the wrong steorotype of motherfood (kumal, ga keurus, stress, acak2an, tereak2 emosi, etc). You baby needs the best of you, physically and emotionally.
Don't be selfish...go out, go to spa, get a massage, go shopping, do gardening, watch movies, lunch date with your husband or your friends. Do whatever to get yourBESTself and bring it into your home. To your baby, to your husband, to your family :)

Dan mengutip postingan blog Mbak Lei:  never, ever defend yourself. EVER. You’re the mom, you know what’s best!!
*juara banget deh ini di tengah2 suasana tak kondusif emak2 kepo dan kompetitip di society belakangan ini*

Monday, October 1, 2012

Happy B'day, Mom...

The chef
The alarm clock
The gardener
The CFO
The private teacher
The magician
The tailor
My fashion advisor
My guardian
My emergency solution(s)
My most reliable nanny
...the list will go on and on...

And most of all, best of all....MY MOM...

Happy B'day, the most amazing woman I've ever known. We are blessed to have you and so thankful God sent us (my bro and me) to your womb!
May you be healthy and happy years and years to come.
Love you much!












Friday, September 21, 2012

The three of them together...happiness :)

Dear Vierco, Icarus, and Vierro,
Always remember those happy moments you share, years and years to come yah...